Wednesday, November 21, 2012

Mac atau Windows PC Mana Yang Terbaik?



Bicara tentang komputer selalu ada pilihan dan ada satu kebenaran dalam dunia komputer yaitu ada dua macam komputer. Ada komputer Mac (Macintos) dan ada komputer Windows (PC). Tentunya kita tidak masukkan dunia komputer jaringan dimana disana ada Unix, Linux, dan OS jaringan lainnya.


Apakah kedua jenis komputer itu saling kompatibel?

Dalam beberapa aspek kedua jenis komputer tersebut sudah bisa dibilang kompatibel. Misal saja pada jaringan komputer dengan wireless router sebagai pusat jaringannya, kedua jenis PC dan Mac bisa sekaligus terhubung kedalam jaringan. karena keduanya menggunakan protocol jaringan yang sama yaitu protocol TCP/IP yang sudah menjadi standard protocol dalam dunia internet. Begitu juga perangkat yang ada juga bisa saling dipertukarkan, sebut saja Camera dan Printer. Karena semua pabrikan selalu memikirkan compatibility dalam design produk mereka agar bisa dipakai oleh Mac dan PC. Sebut saja Microsoft Office juga ada tersedia buat Apple Mac disamping umum dipakai oleh PC. Begitu juga program-program penting lainnya.

JADI …apakah kedua PC dan Mac berbeda

Ada perbedaan utama yang bersifat inti antar kedua system yang mungkin saja tidak pernah bisa berubah. Jumlah PC jauh membludak didunia ini dibanding dengan Apple Mac. Wajar saja karena PC dibuat oleh ribuan perusahaan yang berbeda di dunia ini dan di assembling dalam jutaan cara yang berbeda. Bahkan anda pun terkadang memilih untuk merakit PC sendiri dirumah untuk menekan biaya sesuai dengan kantong tentunya. Misal saja kita bisa mengurangi NIC adapter karena hanya dipakai untuk stand-alone tidak untuk terhubung kepada jaringan komputer. Yach lumayan hemat setidaknya 100 ribuan.

Disisi lain Apple Mac, setiap proses pembuatanya betul-betul di kendalikan hanya oleh satu company saja walaupun mungkin pabriknya banyak. Dan lagi jangan ditanya kualitasnya jauh sangat bagus dan dengan performa yang sangat tinggi disamping itu tampilannya sangat cantik. Makanya jangan ditanya harganya, jauh lebih mahal dari kelas PC – kenapa? Karena Apple telah membuat reputasinya menjual komputer kelas mahal kepada para professional dan kelas bisnis. Dan ini menjadikan Apple Mac menjadi kelas exclusive dalam jajaran komputer didunia ini.

Universal dan Exclusive Computing

Program-program Windows telah menikmati tingkatan yang bersifat universal. Hamper setiap system bisa jalan di Windows PC, dan hampir para pembuat program pertama kali berkiblat kepada PC Windows mengingat pangsa pasar yang melimpah. Akan tetapi quality control sangat berbeda. Disisi lain Apple Mac menerapkan standard yang sangat ketat dan hanya membuat applikasi khusus untuk Mac saja dan dibuat dengan standard terbaik untuk memastikan qualitas terbaik untuk platform Mac sendiri.

Salah satu sisi lain dimana Mac dan PC berbeda dilihat dari baiknya adalah bahwa proteksi virus dan keamanan tidak kompatibel. Secara virtual hampir semua virus yang ada di internet sekarang ini adalah mentarget PC bukan Mac. Hal ini dikarenakan Apple mengendalikan produk-produk nya dengan sangat ketat dengan tingkat keamanan yang sangat tinggi. Dan lagi Apple mempunyai kendali departemen keamanan komputer pusat dimana setiap Mac yang terhubung kepada jaringan internet akan selalu mendapatkan perlindungan dari pusat Apple. Dan lagi OS Mac tidak ada dipasaran, karena produk Mac khusus dibuat untuk Mac. Tidak halnya dengan Windows yang bisa dibajak karena untuk komputer apa saja bisa jalan. Akan tetapi tentunya kedua jenis OS ini sama-sama rentan terhadap virus-virus jaringan social.

Apakah keduanya akan bisa saling kompatibel?

Seperti disebutkan dimuka bahwa dalam beberapa sisi keduanya kompatibel, sementara disisi lain mereka tidak saling kompatibel. Dan dalam beberapa sisi memang tidak perlu mereka kompatibel. Dalam cita rasa secara umum, Windows bisa dikatakan satu langkah lebih maju, akan tetapi disisi lain Apple Mac mempunyai pijakan yang sangat kokoh. Mereka selamanya tidak akan kompatibel dalam beberapa sisi, karena Windows selalu berevolusi dan Apple akan mengubah kebijakan nya, akan tetapi interaksi keduanya berlanjut memberikan pengalaman computing yang bermanfaat kepada kita.

-rewritten from other source-


life is to short

Saturday, November 10, 2012

Perbedaan C dan C++


Bahasa pemrograman C dan C++ memiliki relasi yang sangat dekat. Hal ini karena bahasa C++ memang dikembangkan dari bahasa C. karena hal inlah seringkali kode bahasa c ditulis dengan IDE (Integrated Development Environment / Lingkungan Pengembangan Terintegrasi). terkadang juga dicampur dengan kode C++ dan dikompilasi dengan compiler dari C++. Meskipun sebagian besar kode bahasa C dapat dikompilasi sebagai kode C++, terdapat beberapa perbedaan yang menyebabkan bahasa C++ bukanlah semata-mata peningkatan dari bahasa C. Bahasa C++ memberikan banyak fitur yang tidak terdapat pada bahasa C.

Bjarne Stroustrup, penemu dari bahasa C++ memeang menyarankan agar perbedaan dari C dan C++ dikurangi sebanyak mungkin agar dapat memaksimalkan antar-operasi dari kedua bahasa tersebut. Ahli lain berpendapat bahwa, karena C dan C++ adalah dua bahasa pemrogaman yang berbeda, persamaan diantara keduanya memang bermanfaat, tetapi tidak vital. Berdasarkan dari pendapat kedua, usaha untuk mengurangi perbedaan dari kedua bahasa tidak seharusnya mengurangi usaha untuk mengembangkan kedua bahasa secara terpisah. 

Bebrapa syntax dari bahasa c yang tidak valid atau memberikan hasil yang berbeda apabila dijalankan pada baahsa C++ antara lain:

  • Identifier dari bahasa C++ tidak boleh menggunakan tanda underscore ( "_" ) secara berurutan di posisi manapun. Identifier dari baahsa C tidak boleh dimulai dengan underscore, tetapi boleh menggunakannya secara berurutan di posisi lain.
  • Pada bahasa C dan C++, keduanya bisa mendefinisikan struct secara bersarang atau nested struct (struct dalam struct) tapi cakupan dari keduanya berbeda. Pada C++, nested struct di definisikan hanya di dalam cakupan dari struct diluarnya.
  • Penggunaan fungsi tanpa prototype tidak diperbolehkan pada bahasa C++, meskipun ditulis di atas fungsi main().

Kerangka Program

Kerangka program utama adalah kerangka utama atau template yang digunakan untuk membuat setiap program. Dalam C, kita menulis program seperti ini:

#include <stdio.h>

void main()

{

printf(“Halo dunia”);

}

Sedangkan dalam C++ kita menulis seperti ini:

#include <iostream>

using namespace std;

int main()

{

cout<<”Halo dunia”<<endl;

return 0;

}

Penjelasan:

Dalam C, untuk melakukan input output kita menggunakan library standard bernama stdio.h sedangkan di C++ kita menggunakan iostream. Dalam potongan kode di atas kita akan melihat ada baris using namespace std; maksudnya adalah kita menggunakan namespace bernama std. Apa itu namespace? Namespace diibaratkan seperti folder yang menyimpan berkas-berkas. Kita dapat membuat namespace untuk mengelompokkan fungsi-fungsi tertentu sehingga lebih sistematis. Keuntungannya adalah, kita dapat membuat banyak nama fungsi yang sama namun dibedakan menjadi kategori-kategori tertentu sesuai namespace yang kita buat.

Lanjut ke baris selanjutnya, pada fungsi utama main() di program C kita bisa menulis nilai kembalian fungsi adalah void yang berarti fungsi tidak akan mengembalikan nilai apapun ke pemanggil / ke OS. Sedangkan dalam C++ kita lihat nilai kembalian fungsi didefinisikan sebagai int yang artinya setelah program dieksekusi maka akan mengembalikan nilai tertentu (dalam hal ini 0) kepada pemanggil / OS. Sebenarnya fungsi main() dalam C juga dapat diberikan nilai int namun itu bukan suatu keharusan. Sedangkan dalam C++ kita diwajibkan menggunakan int sebagai nilai kembalian (jika menggunakan bahasa C++ yang telah standard). CMIIW

- rewrite from any trusted source


Apa itu Secure Socket Layer SSL

SSL adalah kependekan dari Secure Socket Layer yang merupakan suatu protocol layer transport yang digunakan dalam koneksi internet secara aman. Jika anda menginginkan suatu koneksi komunikasi lewat internet dengan cara yang secure, maka gunakan koneksi SSL.

SSL menawarkan tiga tingkat keamanan, yaitu:
  1. Authentication: Memastikan bahwa message yang diterima berasal dari seseorang yang tersurat
  2. Confidentiality: Melindungi pesan dari suatu usaha pembacaan oleh penerima yang tidak berhak disepanjang perjalanannya.
  3. Integrity: Memastikan bahwa pesan asli, tidak mengalami perubahan dalam perjalanannya.
SSL dikembangkan oleh Netscape Communications agar bisa mengirim data secara aman lewat internet. Jika anda pernah memperhatikan di browser internet dengan menggunakan HTTPS, maka koneksi internet ini adalah menggunakan SSL yang umum digunakan pada suatu transaksi online. Jadi HTTPS adalah suatu protocol untuk melakukan transfer data yang terinkripsi melalui web.

Apa bedanya HTTPS dan HTTP:

  • HTTPS melakukan koneksi melalui port 443, sementara HTTP menggunakan port 80
  • HTTPS mengirim / menerima data dengan inkripsi lewat protocol SSL, sementara HTTP mengirim data dengan plain text
  • Jadi dalam transaksi online, maka pastikan anda melihat online store anda menggunakan HTTPS dalam bertransaksi keuangan lewat internet.

Jika anda mempunyai website, apa yang diperlukan agar bisa di host disuatu host yang bisa SSL?

  • Web server harus support metode enkripsi SSL
  • IP address public yang unik agar penyedia certificate SSL bisa melakukan validasi website anda
  • Suatu certificate SSL dari penyedia layanan SSL
Dua yang pertama bisa anda dapatkan dari ISP anda, hubungi ISP anda untuk memastikannya.

SSL beroperasi pada antara layer Application dan Transport pada model OSI (ingat OSI 7 Layer??). SSL tidak bekerja secara transparent automatis, karena hanya bisa kalau memang protocol-protocol applikasi secara explicit memang diimplementasikan.

SSL menggunakan metode enkripsi public-key dengan tujuanauthentication dan inkripsi  symmetric key untuk inkripsi informasi yang dikirim. Untuk public key inkripsi SSL menggunakan algoritma inkripsi Rivest-Shamir-Adleman (RSA), makanya bergantung pada implementasi dari infrastructure public key (PKI) yang didukung. Integritas pesan dijamin dengan cara mekanisme checking integritas yang disebut sebagai  message authentication code (MAC).

Suatu sesi SSL bermula saat suatu client dengan SSL-enabled meminta suatu koneksi dengan server dengan SSL-enabled melalui TCP port 443, yaitu port SSL. Hal ini akan menginisiasi suatu koneksi SSL antara client dan server. Semua website yang menggunakan SSL mempunyai suatu URL dengan awalan HTTPS. Server kemudian mengirimkan certificate digital dan public key kepada client tersebut.

Client server kemudian melakukan negosiasi tingkat inkripsi mana yang bisa diterima yang biasanya 40-bit, 56-bit, ataupun 128 bit keatas. Client kemudian menghasilkan suatu secret session key yang kemudian di inkripsi menggunakan public key dari server untuk kemudian mengirimkan nya kepada server. Server kemudian melakukan dekripsi secret session key tersebut menggunakan private key-nya. Dari poin ini seterusnya, secret key cryptography dikenakan dan kemudian session key digunakan untuk meng-inkripsi semua pertukaran data antara client dan server, memberikan suatu komunikasi private yang aman.

SSL ini tentunya tidak bebas dari masalah begitu saja. Semua transaksi web dengan SSL akan menambah overhead pemrosesan pada server. Terkadang menjadi dua kali lipat tingkat overhead prosessingnya dibanding tanpa menggunakan koneksi secure SSL. Dengan hardware mesin yang sama, maka tingkat beban prosessing dengan menggunakan SSL akan menjadi sangat berat dibanding tanpa SSL.

Disamping itu, SSL jadi sulit diimplementasikan dalam e-commerse yang menggunakan web server farms dan server load balancers. Hal ini mengingat SSL didesign agar client menggunakan IP address yang sama selama sessi berlangsung.

Untuk mengatasi masalah ini, biasanya digunakan hardware khusus yang disebut SSL Accelerators untuk mengambil alih beban processing dan sesi cache kepada server-server lain untuk meningkatkan performa.

Friday, September 28, 2012

Perbedaan SQL Server Express dan Standard Edition


SQL Server Express Edition adalah produk database yang mudah dipakai dan dibuat berdasarkan teknologi SQL Server. Kemudahan pakainya bisa dilihat mulai dari antarmuka program setup yang memandu pengguna dalam melalui proses instalasi.

Tool berbasis GUI (graphical user interface) yang hadir menyertai SQL Server Express Edition memang sangat minim, hanya ada SQL Server Configuration Manager dan SQL Server Surface Area Configuration. Akan tetapi, kita bisa men-download tool untuk mengelola instance database SQL Server Express Edition, yaitu SQL Server Management Studio Express Edition (SSMS-EE), secara cuma-cuma! Integrasi yang sangat erat antara SQL Server Express Edition dengan Visual Studio juga akan sangat membantu kita dalam mengembangkan aplikasi database.

SQL Server Express Edition menggunakan engine database dan API untuk mengakses data yang sama seperti versi SQL Server lainnya. Perbedaannya, antara lain adalah:
  • Tidak ada dukungan untuk fitur-fitur yang dibutuhkan oleh kalangan enterprise.
  • Hanya mendukung satu processor.
  • Memory untuk buffer pool dibatasi hingga 1 GB.
  • Ukuran maksimal database dibatasi sampai 4 GB saja.

Absennya fitur-fitur untuk kalangan enterprise seperti high availability dan business intelligence di SQL Server Express Edition bukanlah masalah besar, karena aplikasi yang dikembangkan di atas SQL Server  Express Edition dapat bekerja secara seamless di SQL Server Workgroup Edition, Standard Edition, dan tentunya juga di SQL Server Enterprise Edition. 

Dengan demikian, scalability dari aplikasi database yang dikembangkan menggunakan SQL Server Meneruskan tradisi dalam menghadirkan produk database yang mudah dipakai dan tersedia untuk semua kalangan, Microsoft menghadirkan SQL Server  Express Edition sebagai produk penerus Microsoft SQL Server 2000 Desktop Engine (MSDE 2000). Sebagai produk yang disediakan secara cuma-cuma, apa saja kelebihan dan kekurangannya? Express Edition dapat terjamin dan implementasinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan saat ini.

Keunikan Engine Database SQL Server Express Edition
Berbeda dengan edisi produk SQL Server lainnya, jumlah pengguna yang dapat terhubung ke database berbasis SQL Server Express Edition tidak dibatasi. Keterbatasan akan dukungan jumlah processor, besar memory, dan ukuran database saja yang nantinya akan membatasi penggunaan “praktis” dari SQL Server Express Edition ini.

Walau bisa diinstal di komputer yang menggunakan lebih dari satu processor, SQL Server Express Edition hanya bisa memanfaatkan satu processor saja. Pembatasan besar memory 1 GB adalah pada memory yang digunakan sebagai buffer pool, sedangkan memory yang dibutuhkan untuk memantau koneksi, lock, dan lainnya tidak dihitung ke dalam batasan buffer pool tersebut.

Ukuran maksimal database yang dibatasi sampai 4 GB saja hanya berlaku untuk file penyimpanan data, dan tidak berlaku untuk ukuran file log database. Kemudian, jumlah database yang bisa dihubungkan ke satu server yang menjalankan SQL Server Express Edition juga tidak dibatasi. Yang dibatasi adalah pada jumlah instance SQL Server Express Edition yang bisa berjalan di atas satu server—yaitu 16 instance.

API (application programming interface) yang tersedia untuk membuat aplikasi di atas SQL Server Express Edition, sama dengan API yang tersedia di edisi SQL Server lainnya, sehingga seluruh fitur SQL Server seperti integrasi dengan CLR (common language runtime), tipe data baru (VARCHAR(MAX) dan XML), user-defined type dan user-defined aggregate juga didukung oleh SQL Server Express Edition. Kemudian, database yang dibuat dengan SQL Server Express Edition dapat dihubungkan ke edisi SQL Server lainnya, dan aplikasi yang dikembangkan untuk berjalan di instance SQL Server Express Edition juga akan berjalan sama baiknya di instace edisi SQL Server  lainnya.

Dukungan Tool dan Kemampuan Jaringan, Sekuriti, dan Replikasi
Demi kemudahan pakai bagi pengguna awam sekalipun, SQL Server Express Edition menghadirkan tool untuk mengelola database dan melakukan analisis query, yaitu SQL Server Management Studio Express Edition (SSMS-EE). Tool yang disediakan secara cuma-cuma ini harus di-download secara terpisah—akan tetapi bisa didistribusikan kembali secara bebas.

Seluruh fungsionalitas manajemen database bisa dilakukan menggunakan SSMS-EE, dan fitur-fitur untuk membuat dan mengubah database, tabel, view, atau pengaturan sekuriti, dan pembuatan stored procedure berbasis T-SQL di SSMS-EE mirip dengan SQL Server Management Studio yang tersedia di edisi SQL Server lainnya. Dengan demikian, kemampuan yang sudah dipelajari dalam menggunakan SSMS-EE dapat dimanfaatkan sesegera mungkin saat beralih ke versi penuh dari SSMS.

Selain SSMS-EE, SQL Server Express Edition secara default akan menginstal tool berbasis GUI seperti SQL Server Configuration Manager dan SQL Server Surface Area Configuration, dan juga tool berbasis command line seperti SQL Command (sqlcmd) dan BCP (Bulk Copy Program. SQL Server Configuration Manager digunakan untuk mengaktifkan dan mematikan service yang berhubungan dengan SQL Server dan untuk mengaktifkan dan mematikan dukungan protokol jaringan tertentu.

SQL Server Surface Area Configuration dapat digunakan untuk melakukan hardening terhadap sekuriti dari server yang menjalankan SQL Server. SQL Command (sqlcmd) merupakan versi OLE DB dari tool yang sudah dikenal sebelumnya, osql. Selain menjaga kompatibilitas dengan osql, sqlcmd memberikan dukungan terhadap tipe data baru yang ada di SQL Server, sehingga penggunaannya lebih disarankan. Sedangkan, BCP sendiri merupakan tool yang dapat digunakan untuk menyalin data dalam jumlah besar secara sekaligus (bulk copy).

Secara default, tipe koneksi yang aktif di SQL Server Express Edition hanyalah tipe koneksi shared memory—demi keamanan dan juga diasumsikan bahwa aplikasi akan berjalan secara lokal di server yang sama. Tipe koneksi lainnya (seperti TCP/IP dan Named Pipes) dapat diaktifkan secara manual melalui SQL Server Configuration Manager atau dengan menggunakan SQL Server Surface Area Configuration. Dalam membangun aplikasi yang mengakses database, disarankan untuk menggunakan data provider SqlClient dan ADO.NET 2.0, agar dapat memanfaatkan fitur-fitur baru di SQL Server seperti MARS (multiple active resultsets), tipe data XML, asynchronous Input Output (I/O), dan lainnya.

Di sisi sekuriti, selain mematikan konektivitas jaringan secara default, di SQL Server Express Edition, account SA (System Admin) secara default juga tidak diaktifkan karena otentifikasi dilakukan dengan menggunakan metode Windows Authentication.

SQL Server Express Edition menghadirkan dukungan replikasi model publisher-subscriber yang cukup luas, mulai dari metode subscriptions to merge, snapshot, dan transactional publications. Karena tidak disediakannya SQL Agent di SQL Server Express Edition, penjadwalan subscription dari replikasi data hanya bisa dilakukan secara manual dengan melakukan sinkronisasi secara terprogram menggunakan Replication Management Objects (RMO) atau menggunakan Windows Sync Manager.

SQL Service Broker, User Instance, dan Integrasi dengan Visual Studio.
SQL Server secara teknologi menghadirkan infrastruktur reliable messaging baru yang dinamakan SQL Server Broker (SSB), di mana komunikasi antaraplikasi terjadi melalui kontrak pertukaran pesan secara peer-to-peer yang disebut sebagai dialog. SSB hanya bisa digunakan di SQL Server Express Edition asalkan dialog yang dilakukan terjadi dengan edisi SQL Server lainnya.

Fitur baru di SQL Server Express Edition adalah User Instance, di mana memberikan kemampuan untuk memperlakukan database seperti file biasa. Dengan ini, database lokal bisa dipindahkan, disalin, atau dikirimkan melalui e-mail berikut aplikasi yang menggunakannya. Di lokasi yang baru, aplikasi yang menggunakan database tersebut bisa dijalankan tanpa perlu melakukan konfigurasi apapun.

Tentu ada syarat-syarat tertentu agar fitur User Instance ini bisa berjalan semestinya. Pertama, diasumsikan bahwa instance SQL Server Express Edition bernama SQLEXPRESS telah diinstal di komputer yang menjadi target, dan kemudian aplikasi tersebut harus dikembangkan dengan menggunakan .NET SQL Data Provider—managed code. Beranjak dari sini kita bisa melihat bahwa banyak kemudahan yang diberikan dari integrasi SQL Server Express Edition dengan Visual Studio .

Saat kita menginstal edisi manapun dari Visual Studio, maka SQL Server Express Edition juga akan turut diinstal menggunakan SQLEXPRESS sebagai nama dari instance SQL Server Express Edition tersebut. Tujuan dari standardisasi penamaan instance ini tidak lain adalah untuk mendukung fitur User Instance.

Menggunakan User Instance, maka file database bisa diperlakukan seperti file Windows biasa di dalam proyek Visual Studio. Cukup tambahkan item baru menggunakan template SQL Database, berikan nama file database yang kita inginkan, maka secara otomatis database tersebut akan dihubungkan dengan instance SQLEXPRESS dan objek database connection pun akan dibuatkan tanpa perlu campur tangan pengguna.

Instalasi SQL Server Express Edition
Ada dua tipe instalasi yang didukung oleh SQL Server Express Edition, yaitu dengan menggunakan GUI atau menggunakan silent install mode. Prasyarat agar instalasi SQL Server Express Edition bisa dilakukan adalah bahwa .NET Framework 2.0 sudah terinstal sebelumnya. Untuk mencegah kegagalan instalasi, program setup SQL Server Express Edition menyertakan komponen System Configuration Check (SCC) yang digunakan untuk memeriksa apakah suatu komputer memenuhi syarat untuk instalasi atau tidak. Setelah melalui SCC, maka proses instalasi yang sebenarnya dimulai.

Secara default, proses instalasi dibuat sesederhana mungkin, dengan melibatkan layar konfigurasi yang seminim mungkin, sehingga instalasi dapat dilakukan oleh pengguna yang awam sekalipun. Apabila ingin melakukan konfigurasi yang lebih detail, maka pilihan Hide Advanced Configuration bisa dimatikan, sehingga akan ditampilkan layar konfigurasi yang lebih lengkap—bisa mengatur nama instance dari SQL Server Express Edition yang akan diinstal, dukungan collation yang akan digunakan, tipe otentifikasi yang ingin dipilih, dan lainnya.

Instalasi menggunakan GUI lebih disarankan saat Anda ingin menginstal sendiri SQL Server Express Edition tersebut. Apabila instalasi SQL Server Express Edition merupakan bagian dari instalasi sebuah aplikasi, sebaiknya dipilih untuk menggunakan silent setup mode. Dalam mengintegrasikan proses instalasi SQL Server Express Edition dengan instalasi dari aplikasi yang Anda kembangkan, maka bisa digunakanmetode Setup bootstraping atau memanfaatkan teknologi “Click Once” yang tersedia di Visual Studio.

Kesimpulan
SQL Server Express Edition adalah produk yang dirancang sedemikian rupa untuk para pengembang aplikasi yang sekedar iseng atau hobi membuat aplikasi database, dan juga bisa digunakan para ISV (independent software vendor) sebagai platform database awal dari aplikasi yang mereka jual ke khalayak umum. Hak untuk mendistribusikan kembali SQL Server Express Edition bisa didapatkan secara cuma-cuma, cukup melalui proses pendaftaran saja.

Walau tersedia secara cuma-cuma, SQL Server Express Edition tetap memberikan banyak fitur yang canggih, karena dibangun menggunakan database engine yang sama seperti edisi SQL Server lainnya. Manfaat tambahan yang didapatkan adalah bahwa aplikasi yang dikembangkan di atas SQL Server Express Edition dapat dengan mudah ditingkatkan skalabilitasnya, karena bisa dipindahkan ke edisi SQL Server lainnya secara seamless. Tentu saja ada perbedaan, salah satunya adalah fitur User Instance yang hanya ada di SQL Server Express Edition.

Sekuriti juga mendapat perhatian yang cukup, karena secara default instalasi SQL Server Express Edition sudah “aman”, dengan dimatikannya fitur-fitur konektivitas saat instalasi awal. Fitur User Instance memungkin tipe pengguna biasa untuk menghubungkan database ke SQL Server Express Edition tanpa perlu menggunakan hak administrator.

Dengan berbagai fitur baru yang lebih canggih dari versi sebelumnya—MSDE 2000, maka SQL Server Edition layak untuk dijadikan sebagai platform database awal dalam mengembangkan aplikasi database. Melalui integrasi yang sangat erat dengan Visual Studio  (dan tentunya .NET Framework 2.0), maka kita dapat dengan mudah mengembangkan aplikasi database, menjadikan SQL Server Express Edition sebagai platform database yang sangat menyenangkan bagi kita semua.